LOMBOK INSIDER- Berita terbaru terkait tentang Badan Gizi Nasional atau BGN, yakni sejumlah aset yang dimiliki oleh kepengurusan sebelumnya akan dihibahkan kepada guru honorer.
Adapun aset yang akan dihibahkan ke guru honorer ke berbagai daerah itu berupa sejumlah 17600 unit motor listrik operasional milik BGN. Informasi ini telah disetujui oleh DPR RI dalam hal ini Komisi IX.
Langkah strategis ini diambil sebagai solusi penyelamatan aset negara yang telanjur dibeli agar tidak mubazir, menyusul adanya kasus dugaan korupsi pengadaan pada kepengurusan BGN sebelumnya.
Baca Juga: Tim mana saja yang lolos ke babak knockout Piala Dunia 2026?
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, mendukung penuh rencana Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menghibahkan sepeda motor listrik operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kepada para guru honorer di berbagai daerah.Â
Pastinya, langkah ini dinilai sebagai solusi tepat agar aset negara tidak mubazir dan lebih bermanfaat.
Menurut Yahya, pengalihan aset negara ini dinilai positif namun ia tetap memberikan catatan kritis.Â
Ia menilai pengadaan awal kendaraan ini sama sekali tidak sesuai dengan kebutuhan riil operasional di lapangan, luput dari pengawasan DPR, serta terindikasi adanya mark-up harga.
Disebutkan bahwa motor listrik tersebut awalnya dibeli menggunakan anggaran negara tahun 2025 senilai Rp1,035 triliun untuk total 21.801 unit.Â
Rencananya, kendaraan ini akan digunakan sebagai moda transportasi operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).Â
Baca Juga: Begini kondisi terbaru Sarwendah setelah disebut bangkrut setelah tak lagi live
Namun, seperti diketahui bahwa ribuan motor tersebut berakhir mangkrak dan disegel di gudang-gudang penyedia (seperti di Bogor dan Daan Mogot) akibat adanya pengusutan kasus korupsi.
Terkait pengalihan aset negara ini kepada guru honorer, berikut beberapa alasannya:
Artikel Selanjutnya
Nanik S Deyang sampaikan tiga pesan utama setelah ditunjuk pimpin BGN
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Sumber: Berbagai Sumber
Tags
Artikel Terkait
Rekomendasi
Terkini
Grab dan Gojek memangkas komisi ojek online menjadi 8 persen menyusul tekanan dari Prabowo
Prabowo sebut pemerintah telah menutup 240 BUMN, ratusan lainnya akan menyusul
Ini alasan DPR RI setujui 17600 unit motor listrik BGN dihibahkan ke guru honorer
MSCI mempertahankan Indonesia sebagai pasar berkembang, berikan peringatan tentang transparansi pasar
Indonesia mengubah aturan impor untuk mengurangi keterlambatan kargo dan meningkatkan kepatuhan
Indonesia targetkan swasembada bawang putih untuk mengurangi ketergantungan pada impor dari China
BI memperkirakan harga rupiah akan menguat seiring Devisa Hasil Ekspor dan Danantara pada tahun 2027
Cadangan ekonomi Indonesia terus tertekan karena pendapatan masyarakat kelas menengah terus merosot
Indonesia akan mendirikan Bank Kliring Renminbi untuk memperdalam hubungan keuangan dengan China
Kenaikan harga Pertamax berisiko memicu meningkatnya permintaan bensin bersubsidi
Melemahnya Rupiah picu lonjakan permintaan mutiara Lombok dari luar negeri
Ketika Kanada tidak peduli dengan rezim ekspor baru di Indonesia
Indonesia siapkan stimulus saat harga Pertamax melonjak hingga 32 persen
Ekonom Indonesia menyerukan reformasi investasi karena rasio FDI Indonesia merosot drastis menjadi 1,61 persen
Kenaikan suku bunga dan lonjakan harga bahan bakar menekan perekonomian masyarakat kelas menengah di Indonesia
Survei Bank Indonesia menunjukkan turunnya kepercayaan konsumen hingga ke level mengkhawatirkan pada bulan Mei 2026
Biaya operasional yang kian tinggi memangkas pendapatan pengemudi ojek online di Indonesia hingga titik terendah
Jakarta berhasil bukukan pendapatan fantastis hingga Rp 80 triliun pada tahun 2025, kembali meraih Opini Audit Bersih
1. Dianggap sebagai program salah sasaran sejak awal
DPR menilai petugas dapur umum SPPG sebenarnya tidak membutuhkan mobilitas tinggi, sehingga pengadaan motor operasional ini dinilai tidak sesuai kebutuhan lapangan.
Baca Juga: Sarwendah Tan buka suara soal kerugian lantaran berkonflik dengan Ruben Onsu
2. Menghindari Kerugian Negara
Karena adanya dugaan korupsi dari pengurus BGN sebelumnya, daripada rusak tidak terpakai, aset yang sudah dibayar dengan uang rakyat tersebut wajib diselamatkan dan dioptimalkan fungsinya.
3. Membantu Guru Honorer
Pengalihan aset negara untuk para guru honorer di berbagai daerah ini dianggap sangat tepat sasaran demi meningkatkan mobilitas dan mempermudah transportasi para guru honorer di daerah yang selama ini minim fasilitas kendaraan.***
Artikel Selanjutnya
Nanik S Deyang sampaikan tiga pesan utama setelah ditunjuk pimpin BGN
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Sumber: Berbagai Sumber
