Tag: Sinergi

  • Sinergi BI dan Pemprov Jateng Percepat Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan

    Sinergi BI dan Pemprov Jateng Percepat Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan

    Semarang, UP Radio – Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar High Level Meeting (HLM), Rabu (11/2/2026), sebagai langkah strategis memperkuat sinergi menjaga stabilitas harga, mendorong investasi, dan mempercepat digitalisasi ekonomi daerah.

    Pertemuan yang dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, seluruh kepala daerah se-Jateng, TPID, TP2DD, Tim KERIS Jateng, serta Kepala Perwakilan BI se-Jawa Tengah ini mengusung tema “Sinergi Stabilisasi Harga, Akselerasi Investasi, dan Digitalisasi Ekonomi untuk Mendukung Jawa Tengah sebagai Provinsi Maju yang Berkelanjutan.â€

    Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, menegaskan pentingnya penguatan koordinasi daerah dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang telah berada di atas 5 persen.

    Advertisement

    “Ekonomi Jawa Tengah sudah mampu tumbuh di atas 5 persen dan perlu terus kita dorong agar dapat mencapai target 8 persen pada 2029. Sinergi menjadi kunci untuk memperkuat daya tahan terhadap risiko global sekaligus mendorong sumber pertumbuhan baru,†ujar Nugroho.

    Menurutnya, strategi penguatan investasi diarahkan pada sektor prioritas seperti pertanian dan industri pengolahan. Namun, Jawa Tengah masih menghadapi tantangan struktural, terutama dalam stabilisasi harga dan ketahanan pangan, seperti panjangnya rantai distribusi, penurunan luas baku sawah, cuaca ekstrem, regenerasi petani, serta rendahnya adopsi teknologi.

    Untuk itu, berbagai program dilakukan secara end to end, mulai dari penguatan regulasi perlindungan lahan, pemulihan lahan melalui teknologi Biosaline, Bacillus SP., dan Biochar, hingga penguatan sistem distribusi, integrasi data, hilirisasi produk pangan strategis, serta kerja sama antar daerah.

    Di sisi investasi, BI melalui Tim KERIS Jateng mendorong optimalisasi promosi, perluasan basis investor domestik dan global, serta peningkatan kualitas proyek melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi dan sektor swasta.

    Kebijakan makroprudensial BI juga diarahkan untuk mendukung likuiditas dan pembiayaan sektor-sektor padat karya.

    Sementara itu, dalam pilar perdagangan, penguatan daya saing UMKM dilakukan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir, termasuk akses pasar dan pembiayaan. Untuk sektor pariwisata, sinergi difokuskan pada pengembangan ekosistem pariwisata, termasuk pariwisata ramah muslim beserta UMKM pendukungnya.

    Dalam aspek digitalisasi, Nugroho menekankan pentingnya perluasan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah melalui QRIS, e-commerce, internet/mobile banking, serta optimalisasi penggunaan Kartu Kredit Indonesia (KKI).

    Ia juga mengapresiasi TP2DD Provinsi Jawa Tengah yang meraih penghargaan Program Unggulan Terbaik II Tingkat Provinsi Tahun 2025.

    Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan komitmen Pemprov dalam memperkuat pengendalian inflasi dan ketahanan pangan melalui percepatan penetapan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B), pemuliaan lahan kurang produktif, serta penguatan pembiayaan dan sarana prasarana pertanian.

    “Investasi harus menjadi tools pembangunan ekonomi, pengentasan kemiskinan, sekaligus menjaga stabilitas harga. Karena itu, kemudahan berusaha, pemberian insentif, dan iklim investasi yang kondusif harus terus kita perkuat,†tegas Ahmad Luthfi.

    HLM ini juga dirangkaikan dengan peluncuran Investment Challenge, kompetisi penyusunan profil dan proyek investasi unggulan kabupaten/kota di Jawa Tengah. Program ini bertujuan memetakan potensi investasi daerah, memberikan pendampingan, serta menyelaraskan proyek unggulan dengan Asta Cita dan minat investor, yang selanjutnya akan dipromosikan dalam Central Java Investment Business Forum.

    Selain itu, Gubernur mengarahkan seluruh kabupaten/kota untuk memperkuat komitmen Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) melalui penyelenggaraan HLM TP2DD dan pembaruan peta jalan digitalisasi yang lebih terintegrasi dan terukur.

    HLM Jawa Tengah menjadi langkah konkret memperkuat fondasi ekonomi daerah melalui stabilitas harga, investasi yang inklusif, dan digitalisasi yang terakselerasi demi terwujudnya Jawa Tengah yang maju dan berkelanjutan. (shs)

  • Pemkot Semarang Sinergi Lintas OPD: Menguak Upaya Tuntaskan Persoalan Sampah Kota

    Pemkot Semarang Sinergi Lintas OPD: Menguak Upaya Tuntaskan Persoalan Sampah Kota

    Berikut analisis mengenai inisiatif penanganan sampah di Semarang:

    Inisiatif Lokal dan Kesenjangan Layanan

    Semarang Tengah mengklaim inovasi “Tim Oren” berhasil tangani tumpukan sampah liar di jalan. Tim beranggotakan 32 orang ini disebut bantu tugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sejak empat tahun lalu. Ini menandakan adanya celah signifikan layanan kebersihan kota.

    Pembentukan Tim Oren bermula dari keprihatinan camat atas sampah di tepi jalan. Inisiatif ini muncul karena DLH tidak selalu menjangkau semua titik. Kondisi ini menunjukkan limitasi jangkauan atau responsivitas DLH yang ada.

    Tim Oren memungut sampah di jalan protokol dan kampung yang tidak terjangkau DLH. Sampah dibuang ke TPS lokal untuk diangkut DLH ke TPA. Skema ini mengisi celah operasional layanan resmi.

    Cakupan tugas tim meluas hingga pemotongan rumput liar dan pembersihan saluran air. Mereka bergerak sejak pukul 04.00 pagi di area strategis. Ini memperlihatkan beban kerja yang melampaui sekadar penanganan sampah.

    Risiko Ketergantungan dan Akuntabilitas

    Ketergantungan pada inisiatif seorang camat menimbulkan risiko keberlanjutan program tinggi. Pergantian kepemimpinan dapat membubarkan atau melemahkan Tim Oren. Ini belum menjamin kelangsungan jangka panjang.

    Sumber pendanaan atau insentif bagi 32 anggota Tim Oren tidak dijelaskan. Jika mengandalkan semangat relawan, operasional tim akan rentan fluktuasi dukungan finansial. Ini menciptakan ketidakpastian bagi pelaksana.

    Kehadiran Tim Oren dapat mengurangi tekanan publik terhadap kinerja DLH. Masyarakat mungkin melihat masalah sampah teratasi tanpa menuntut perbaikan sistemik. Ini mengaburkan akuntabilitas DLH.

    Inovasi ini hanya berlaku di Kecamatan Semarang Tengah. Wilayah lain yang hadapi masalah serupa mungkin tidak mendapatkan solusi sejenis. Ini menciptakan disparitas layanan kebersihan antar wilayah kota.

    Implikasi Kebijakan Jangka Panjang

    Munculnya Tim Oren mengindikasikan masalah sampah bukan hanya perilaku warga, tetapi juga kapasitas dan strategi penanganan kota. Inisiatif lokal sering muncul ketika sistem kota gagal. Solusi ad-hoc tidak menyelesaikan akar masalah.

    Kolaborasi lintas OPD justru terlihat sebagai penyerahan sebagian tugas inti DLH kepada kecamatan. Batasan tanggung jawab menjadi kabur. Ini berpotensi melemahkan koordinasi kebijakan persampahan kota.

    Kemudahan akses bantuan dari Tim Oren dapat memperkuat kebiasaan buruk warga. Warga mungkin kurang merasa bertanggung jawab mengelola samp

  • Terobosan Bank Mandiri: Sinergi Kuatkan UMKM, Dorong Ekonomi Rakyat Melaju

    Terobosan Bank Mandiri: Sinergi Kuatkan UMKM, Dorong Ekonomi Rakyat Melaju

    Komitmen UMKM Bank Mandiri: Antara Angka dan Realita

    Penyaluran kredit UMKM Bank Mandiri mencapai Rp74,9 triliun hingga November 2025, sebuah nominal signifikan. Namun, fokus pada angka besar seringkali mengaburkan pertanyaan tentang kualitas dan keberlanjutan dampak riil. Upaya bank sebagai agen pembangunan ini perlu dilihat lebih jauh dari statistik belaka.

    Bank Mandiri mengklaim pendekatan terintegrasi melalui pembiayaan, pendampingan, dan pengembangan ekosistem. Konsep ini terdengar komprehensif, tetapi implementasinya kerap terfragmentasi di tingkat operasional. Program terpisah seringkali dikumpulkan di bawah satu payung narasi besar.

    Kolaborasi dengan BUMDES dan BUMDESMA menghasilkan lebih dari 3.700 rekening baru. Pembukaan rekening memang memperluas akses finansial, namun indikator ini belum tentu berkorelasi langsung