LOMBOK INSIDER -Â Bagi masyarakat Indonesia, terutama yang gemar berkunjung ke pusat perbelanjaan, nama Solaria tentu sudah tidak asing lagi.
Restoran keluarga ini hampir selalu hadir di berbagai mal besar.
Dengan menawarkan menu yang akrab di lidah seperti nasi goreng, kwetiau siram, chicken cordon bleu, hingga ayam goreng mentega, dijual dengan harga yang relatif terjangkau.
Di balik kesuksesan jaringan restoran yang kini memiliki lebih dari 200 gerai di berbagai kota di Indonesia, berdiri sosok pengusaha yang memilih bekerja jauh dari sorotan publik.
Baca Juga: Respon Sule saat Teddy Pardiyana jadi ahli waris Lina Jubaedah
Dialah Aliuyanto, pendiri Solaria yang membangun bisnisnya dari nol dengan modal yang serba terbatas.
Dari sebuah ruko sederhana di Cikarang hingga ratusan gerai yang tersebar di berbagai kota, perjalanan Solaria menjadi bukti bahwa mimpi besar dapat diwujudkan melalui kerja keras, disiplin, dan ketekunan.
Di balik ramainya antrean pelanggan di setiap gerai Solaria, tersimpan kisah seorang pengusaha yang memilih melangkah ketika modal belum sempurna—dan keputusan itulah yang mengubah hidupnya.
Sebelum dikenal sebagai pengusaha sukses, Aliuyanto adalah seorang karyawan swasta. Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun 1985 itu menghabiskan sekitar lima tahun bekerja di sebuah perusahaan setelah menyelesaikan kuliahnya.
Namun, rutinitas sebagai karyawan tidak membuatnya puas. Ia merasa memiliki impian yang lebih besar, yakni membangun usaha sendiri.
Keputusan itu tentu tidak mudah. Tabungan yang dikumpulkan dari sisa gajinya selama bekerja sebenarnya belum cukup untuk memulai sebuah bisnis restoran. Namun, Aliuyanto memilih memulai daripada terus menunggu modal yang dianggap ideal.
Baginya, keberanian mengambil langkah pertama jauh lebih penting daripada menunggu kondisi yang sempurna.
Baca Juga: Kuasa hukum jawab isu Nikita Mirzani dapat fasilitas khusus hingga pegang HP
Artikel Selanjutnya
Respon Ruben Onsu mendengar Sarwendah ingin nafkahi anak secara mandiri
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Editor: Donald Kurniawan Silalahi
Sumber: Berbagai Sumber
Tags
Rekomendasi
Terkini
Sempat terjerat rentenir, bersama PNM kini Ibu Rini bangkit dan menata masa depan keluarga
UMKM naik kelas hingga pelosok, berkat penguatan ekonomi kerakyatan BRI dan Danantara
BRILink Agen hadir membuka akses dan gerakkan ekonomi hingga pelosok negeri, maknai kemerdekaan Indonesia​
Efektivitas pemberdayaan PNM di Gresik dapat apresiasi dari Menko PM
Purbaya pastikan dana Rp200 Triliun masuk ke Bank BUMN, tepis keraguan perbankan
Suntikan likuiditas Rp200 Triliun tetap dikebut, Purbaya hadapi keraguan perbankan
Pemerintah tunda pajak 0,5 persen untuk penjual E-Commerce, Purbaya: Tunggu ekonomi lebih kuat
Perkuat penyaluran kredit berkualitas dorong sektor riil, BRI dukung optimalisasi instrumen pengelolaan kas negara
Keberadaan PNM Mekaar, bukti nyata hadirnya Pemerintah untuk perekonomian di tepian Indonesia
Dari minyak goreng hingga bahan bakar pesawat, hilirisasi sawit ubah wajah ekspor Indonesia
Menakjubkan, produk hilir kini menyumbang lebih dari 80 persen ekspor minyak sawit Indonesia
Saat Rupiah melemah, emas kembali jadi primadona para investor di Indonesia
Permintaan investasi emas di Indonesia melonjak hingga 40 persen seiring pelemahan rupiah
BRIvolution Reignite kian akseleratif, transformasi perkuat kontribusi Danantara bagi perekonomian nasional
Berawal dari keterbatasan, Aliuyanto sukses membesarkan Solaria hingga ratusan outlet
Ujian perdana Destry: Mampukah mengembalikan kepercayaan pasar terhadap Bank Indonesia?
Pada 1991, Solaria resmi berdiri. Gerai pertamanya berada di sebuah ruko di kawasan Cikarang dengan konsep sederhana. Saat itu, Aliuyanto hanya mempekerjakan empat orang karyawan.
Memulai usaha restoran bukanlah bidang yang benar-benar dikuasainya. Bahkan, ia mengaku tidak memiliki hobi memasak. Namun, ia belajar sedikit demi sedikit mengenai operasional restoran, pelayanan pelanggan, hingga pengelolaan bisnis.
Perjalanan awal Solaria tidak langsung mulus.
Beberapa tahun pertama menjadi masa yang penuh tantangan. Membangun kepercayaan pelanggan membutuhkan waktu, sementara persaingan bisnis kuliner terus meningkat.
Baru sekitar tahun 1995, Solaria mulai menemukan momentumnya.
Baca Juga: Waduh! Denise Chariesta ngamuk setelah dapat transfer uang Rp500 dengan pesan tak pantas
Memasuki pertengahan 1990-an, perkembangan Solaria mulai menunjukkan hasil. Dalam waktu sekitar tiga tahun, jumlah gerainya telah mencapai sepuluh outlet.
Namun, ujian besar datang ketika Indonesia dilanda krisis ekonomi dan kerusuhan sosial pada 1998.
Enam gerai Solaria dilaporkan hangus terbakar akibat kerusuhan tersebut. Kerugian yang dialami tentu tidak kecil bagi perusahaan yang saat itu masih dalam tahap berkembang.
Meski demikian, Aliuyanto memilih untuk tidak menyerah.
Alih-alih berhenti, ia justru membangun kembali usahanya secara perlahan. Keputusan itu menjadi titik balik yang membawa Solaria memasuki fase pertumbuhan yang jauh lebih pesat.
Baca Juga: Waduh! Sule ternyata tak diundang pernikahan Nathalie Holscer dan Aripat
Keberhasilan Solaria tidak lepas dari strategi bisnis yang sederhana tetapi efektif.
Aliuyanto memahami bahwa sebagian besar masyarakat menginginkan makanan dengan cita rasa yang familiar, porsi yang memuaskan, suasana restoran yang nyaman, serta harga yang tetap terjangkau.
Karena itu, Solaria memadukan berbagai menu khas Indonesia dengan hidangan bergaya Chinese food yang telah lama diterima oleh lidah masyarakat.
Artikel Selanjutnya
Respon Ruben Onsu mendengar Sarwendah ingin nafkahi anak secara mandiri
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Editor: Donald Kurniawan Silalahi
Sumber: Berbagai Sumber
Tags
Artikel Terkait
Rekomendasi
Terkini
Tak disangka, emas 74 kilogram milik Febrie Adriansyah ternyata bernillai hampir Rp195 Miliar, begini perhitungannya
Sempat terjerat rentenir, bersama PNM kini Ibu Rini bangkit dan menata masa depan keluarga
UMKM naik kelas hingga pelosok, berkat penguatan ekonomi kerakyatan BRI dan Danantara
BRILink Agen hadir membuka akses dan gerakkan ekonomi hingga pelosok negeri, maknai kemerdekaan Indonesia​
Efektivitas pemberdayaan PNM di Gresik dapat apresiasi dari Menko PM
Purbaya pastikan dana Rp200 Triliun masuk ke Bank BUMN, tepis keraguan perbankan
Suntikan likuiditas Rp200 Triliun tetap dikebut, Purbaya hadapi keraguan perbankan
Pemerintah tunda pajak 0,5 persen untuk penjual E-Commerce, Purbaya: Tunggu ekonomi lebih kuat
Perkuat penyaluran kredit berkualitas dorong sektor riil, BRI dukung optimalisasi instrumen pengelolaan kas negara
Keberadaan PNM Mekaar, bukti nyata hadirnya Pemerintah untuk perekonomian di tepian Indonesia
Dari minyak goreng hingga bahan bakar pesawat, hilirisasi sawit ubah wajah ekspor Indonesia
Menakjubkan, produk hilir kini menyumbang lebih dari 80 persen ekspor minyak sawit Indonesia
Saat Rupiah melemah, emas kembali jadi primadona para investor di Indonesia
Permintaan investasi emas di Indonesia melonjak hingga 40 persen seiring pelemahan rupiah
BRIvolution Reignite kian akseleratif, transformasi perkuat kontribusi Danantara bagi perekonomian nasional
Berawal dari keterbatasan, Aliuyanto sukses membesarkan Solaria hingga ratusan outlet
Restoran ini juga mengusung konsep gerai modern di pusat-pusat perbelanjaan sehingga pelanggan dapat menikmati pengalaman makan yang nyaman tanpa harus membayar mahal.
Strategi tersebut membuat Solaria mampu menjangkau segmen pasar yang sangat luas, mulai dari keluarga, mahasiswa, hingga pekerja kantoran.
Baca Juga: Dokter Singapura minta Hotman Paris diet setelah terkena saraf kejepit
Setelah berhasil melewati masa sulit, Solaria berkembang dengan sangat cepat.
Dalam satu dekade setelah krisis 1998, jumlah gerainya meningkat hingga lebih dari 130 outlet.
Ekspansi itu terus berlanjut sehingga kini Solaria telah hadir di lebih dari 31 provinsi dan 55 kota besar di Indonesia, dengan jumlah gerai yang telah melampaui 200 restoran.
Pertumbuhan tersebut turut membuka lapangan pekerjaan bagi ribuan orang di seluruh Indonesia.
Menariknya, ketika bisnisnya semakin besar dan berbagai bank mulai menawarkan pembiayaan, Aliuyanto tetap dikenal berhati-hati dalam mengelola utang.
Ia memilih menjaga disiplin keuangan dan memastikan setiap ekspansi dilakukan secara terukur.
Baca Juga: Respon Sule saat Teddy Pardiyana jadi ahli waris Lina Jubaedah
Di balik besarnya bisnis Solaria, Aliuyanto tetap dikenal sebagai sosok yang sederhana dan jarang tampil di hadapan publik.
Ia lebih memilih fokus mengembangkan perusahaan daripada mengejar popularitas. Disiplin dalam mengelola keuangan, menjaga kualitas layanan, serta membangun citra merek menjadi prinsip yang terus dipegang sejak awal merintis usaha.
Bagi Aliuyanto, merek bukan sekadar nama restoran, melainkan aset paling berharga yang harus dijaga kepercayaan dan reputasinya. ***
Â
Artikel Selanjutnya
Respon Ruben Onsu mendengar Sarwendah ingin nafkahi anak secara mandiri
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Editor: Donald Kurniawan Silalahi
Sumber: Berbagai Sumber


Artikel Terkait
Respon Ruben Onsu mendengar Sarwendah ingin nafkahi anak secara mandiri
Kronologi Ustaz Syam jadi pro dan kontra netizen sawer DJ di pernikahan Nathalie Hoslcer
Respon Sule saat Teddy Pardiyana jadi ahli waris Lina Jubaedah
Pihak Ruben Onsu meluruskan berbagai rumor bakal disita dan dilelang oleh pihak bank
Nathalie Holscer minta netizen Indonesia tak hujat Ustadz Syam