Tag: Jateng

  • Korpri Jateng Berbagi Kasih: Donasi Vital Tiba untuk Korban Bencana Alam

    Korpri Jateng Berbagi Kasih: Donasi Vital Tiba untuk Korban Bencana Alam

    H2: Dana Bencana dan Bayang-bayang Akuntabilitas

    Paguyuban Kristiani (Bakkris) menyerahkan donasi Rp100 juta kepada Sekda Jateng. Dana ini untuk korban bencana di luar provinsi. Korpri Jateng mengklaim menyalurkan total Rp275 juta ke berbagai lokasi.

    Dana Bakkris bersumber dari “persembahan dan solidaritas ASN Pemprov Jateng”. Frasa ini menimbulkan pertanyaan tentang sifat sukarela sumbangan ASN. Potensi tekanan tidak langsung terhadap ASN muncul.

    Penggalangan dana melibatkan ASN bisa terhindar dari pengawasan ketat dana publik. Risiko transparansi pengelolaan dana menjadi perhatian. Akuntabilitas publik atas dana ASN perlu ditegakkan.

    Korpri, organisasi profesi ASN, mengambil peran penyalur bantuan bencana. Fungsi ini menciptakan tumpang tindih tugas dengan lembaga resmi. Mandat utama Korpri

  • Sinergi BI dan Pemprov Jateng Percepat Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan

    Sinergi BI dan Pemprov Jateng Percepat Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan

    Semarang, UP Radio – Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar High Level Meeting (HLM), Rabu (11/2/2026), sebagai langkah strategis memperkuat sinergi menjaga stabilitas harga, mendorong investasi, dan mempercepat digitalisasi ekonomi daerah.

    Pertemuan yang dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, seluruh kepala daerah se-Jateng, TPID, TP2DD, Tim KERIS Jateng, serta Kepala Perwakilan BI se-Jawa Tengah ini mengusung tema “Sinergi Stabilisasi Harga, Akselerasi Investasi, dan Digitalisasi Ekonomi untuk Mendukung Jawa Tengah sebagai Provinsi Maju yang Berkelanjutan.â€

    Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, menegaskan pentingnya penguatan koordinasi daerah dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang telah berada di atas 5 persen.

    Advertisement

    “Ekonomi Jawa Tengah sudah mampu tumbuh di atas 5 persen dan perlu terus kita dorong agar dapat mencapai target 8 persen pada 2029. Sinergi menjadi kunci untuk memperkuat daya tahan terhadap risiko global sekaligus mendorong sumber pertumbuhan baru,†ujar Nugroho.

    Menurutnya, strategi penguatan investasi diarahkan pada sektor prioritas seperti pertanian dan industri pengolahan. Namun, Jawa Tengah masih menghadapi tantangan struktural, terutama dalam stabilisasi harga dan ketahanan pangan, seperti panjangnya rantai distribusi, penurunan luas baku sawah, cuaca ekstrem, regenerasi petani, serta rendahnya adopsi teknologi.

    Untuk itu, berbagai program dilakukan secara end to end, mulai dari penguatan regulasi perlindungan lahan, pemulihan lahan melalui teknologi Biosaline, Bacillus SP., dan Biochar, hingga penguatan sistem distribusi, integrasi data, hilirisasi produk pangan strategis, serta kerja sama antar daerah.

    Di sisi investasi, BI melalui Tim KERIS Jateng mendorong optimalisasi promosi, perluasan basis investor domestik dan global, serta peningkatan kualitas proyek melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi dan sektor swasta.

    Kebijakan makroprudensial BI juga diarahkan untuk mendukung likuiditas dan pembiayaan sektor-sektor padat karya.

    Sementara itu, dalam pilar perdagangan, penguatan daya saing UMKM dilakukan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir, termasuk akses pasar dan pembiayaan. Untuk sektor pariwisata, sinergi difokuskan pada pengembangan ekosistem pariwisata, termasuk pariwisata ramah muslim beserta UMKM pendukungnya.

    Dalam aspek digitalisasi, Nugroho menekankan pentingnya perluasan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah melalui QRIS, e-commerce, internet/mobile banking, serta optimalisasi penggunaan Kartu Kredit Indonesia (KKI).

    Ia juga mengapresiasi TP2DD Provinsi Jawa Tengah yang meraih penghargaan Program Unggulan Terbaik II Tingkat Provinsi Tahun 2025.

    Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan komitmen Pemprov dalam memperkuat pengendalian inflasi dan ketahanan pangan melalui percepatan penetapan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B), pemuliaan lahan kurang produktif, serta penguatan pembiayaan dan sarana prasarana pertanian.

    “Investasi harus menjadi tools pembangunan ekonomi, pengentasan kemiskinan, sekaligus menjaga stabilitas harga. Karena itu, kemudahan berusaha, pemberian insentif, dan iklim investasi yang kondusif harus terus kita perkuat,†tegas Ahmad Luthfi.

    HLM ini juga dirangkaikan dengan peluncuran Investment Challenge, kompetisi penyusunan profil dan proyek investasi unggulan kabupaten/kota di Jawa Tengah. Program ini bertujuan memetakan potensi investasi daerah, memberikan pendampingan, serta menyelaraskan proyek unggulan dengan Asta Cita dan minat investor, yang selanjutnya akan dipromosikan dalam Central Java Investment Business Forum.

    Selain itu, Gubernur mengarahkan seluruh kabupaten/kota untuk memperkuat komitmen Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) melalui penyelenggaraan HLM TP2DD dan pembaruan peta jalan digitalisasi yang lebih terintegrasi dan terukur.

    HLM Jawa Tengah menjadi langkah konkret memperkuat fondasi ekonomi daerah melalui stabilitas harga, investasi yang inklusif, dan digitalisasi yang terakselerasi demi terwujudnya Jawa Tengah yang maju dan berkelanjutan. (shs)

  • Antusiasme Tinggi, Direktur Chitose Semarang Paparkan Strategi dan Inovasi Produk untuk Perluas Pasar di Jateng

    Antusiasme Tinggi, Direktur Chitose Semarang Paparkan Strategi dan Inovasi Produk untuk Perluas Pasar di Jateng

    Semarang, UP Radio – Antusiasme pendengar mewarnai talk show UP Radio yang menghadirkan Direktur Chitose Semarang, Samuel Hardiman, SE. Dalam dialog interaktif yang dipandu Santi Rosalia, berbagai pertanyaan mengalir seputar kualitas produk, daya saing, hingga strategi ekspansi Chitose di pasar Indonesia.

    Samuel Hardiman menjelaskan bahwa Chitose sebagai produsen furnitur ternama terus berkomitmen menghadirkan produk berkualitas dengan standar material yang kuat, desain ergonomis, serta ketahanan jangka panjang. Produk-produk Chitose telah digunakan secara luas di berbagai sektor, mulai dari perkantoran, pendidikan, perhotelan, fasilitas kesehatan, hingga kebutuhan rumah tangga.

    Secara spesifik, Chitose dikenal dengan lini kursi lipat berbahan rangka baja berkekuatan tinggi yang dilapisi finishing antikarat serta dudukan yang dirancang nyaman dan tahan lama.

    Advertisement

    Produk ini menjadi salah satu andalan karena fleksibel digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti ruang pertemuan, aula, hingga acara berskala besar. Selain itu, Chitose juga menghadirkan meja lipat, kursi sekolah, kursi kantor ergonomis, serta furnitur custom yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan instansi maupun korporasi.

    Tak hanya mengedepankan kekuatan struktur, Chitose juga memperhatikan aspek desain dan keamanan. Beberapa produk telah melalui proses quality control ketat serta dirancang untuk mendukung postur tubuh yang baik, terutama pada kursi perkantoran dan pendidikan.

    Dengan kombinasi kualitas material, presisi produksi, dan inovasi desain, Chitose menempatkan diri sebagai solusi furnitur jangka panjang yang efisien dan bernilai investasi.

    “Chitose selalu mengedepankan kualitas dan inovasi. Kami memahami kebutuhan pasar yang terus berkembang, sehingga pembaruan desain dan peningkatan mutu menjadi fokus utama kami,†ujar Samuel.

    Ia menambahkan, kehadiran Chitose di Semarang menjadi bagian dari strategi memperkuat jaringan distribusi di Jawa Tengah dan sekitarnya. Selain memperluas jangkauan pasar, perusahaan juga aktif membangun komunikasi dengan konsumen melalui berbagai kegiatan promosi dan edukasi, termasuk talk show di media seperti UP Radio.

    Menurutnya, edukasi kepada masyarakat penting agar konsumen memahami keunggulan produk, mulai dari spesifikasi material, daya tahan, hingga nilai investasi jangka panjang yang ditawarkan. Respons positif dari pendengar menjadi bukti bahwa kebutuhan informasi tersebut cukup tinggi.

    “Antusiasme yang kami rasakan hari ini luar biasa. Banyak pertanyaan masuk terkait produk dan layanan kami. Ini menjadi motivasi untuk terus hadir lebih dekat dengan masyarakat,†tambahnya.

    Melihat tingginya minat tersebut, UP Radio berencana kembali menghadirkan sesi lanjutan bersama Chitose guna membahas lebih detail lini produk unggulan serta program-program terbaru perusahaan.

    Menutup acara, Santi Rosalia menyampaikan apresiasi atas kehadiran Direktur Chitose Semarang. “Terima kasih Bapak Samuel Hardiman atas waktunya dan informasi yang sangat bermanfaat. Sukses selalu untuk Chitose,†ujarnya.

    Talk show ditutup dengan penayangan video profil perusahaan yang menampilkan proses produksi, ragam produk unggulan, serta kiprah Chitose dalam mendukung berbagai sektor di Indonesia.

    UP Radio berkomitmen terus menghadirkan program dialog inspiratif bersama pelaku usaha dan tokoh profesional guna memberikan wawasan serta informasi aktual bagi masyarakat Jawa Tengah dan sekitarnya. (shs)

  • Piala Dunia 2026: Pemprov Jateng Beri Sinyal Kuat, Nobar Akbar Kian Dekat!

    Piala Dunia 2026: Pemprov Jateng Beri Sinyal Kuat, Nobar Akbar Kian Dekat!

    Prioritas di Tengah Euforia

    Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membuka opsi memfasilitasi nonton bareng Piala Dunia 2026. Pernyataan ini disampaikan Sekretaris Daerah saat acara TVRI Kick Off Piala Dunia di Semarang. Inisiatif tersebut memicu diskusi mengenai _prioritas anggaran_ dan fokus kebijakan publik. Dalih utama adalah “menghidupkan kembali kegemaran masyarakat terhadap sepak bola”. Namun, gairah sesaat dari euforia turnamen berbeda dengan pembinaan fundamental. Kebijakan ini berpotensi hanya menyentuh permukaan masalah _kualitas sepak bola lokal_. Pemprov juga mengimbau kabupaten/kota untuk turut memfasilitasi kegiatan serupa. Perluasan cakupan ini mengindikasikan penggunaan _dana publik_ yang lebih besar. Alokasi dana untuk hiburan massal membutuhkan justifikasi kuat di tengah kebutuhan dasar. Pernyataan Kepala Stasiun TVRI Jawa Tengah mengenai
  • Lari Jadi Primadona Baru Jateng: Mengupas Tren Olahraga yang Kian Memikat

    Lari Jadi Primadona Baru Jateng: Mengupas Tren Olahraga yang Kian Memikat

    H2: Tren Lari dan Realitas Ekonomi Lokal

    Ratusan peserta memadati Sriboga Run di Semarang, ribuan lainnya meramaikan Pati Korpri Fun Run. Pemandangan ini mengukuhkan popularitas lari di Jawa Tengah. Antusiasme masyarakat menjadi narasi utama setiap laporan kegiatan.

    Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah mengklaim event lari mampu mendorong perekonomian daerah. Klaim ini sering jadi justifikasi utama dukungan pemerintah. Setiap penyelenggaraan diharapkan menarik peserta dan pengunjung.

    Dorongan ekonomi ini perlu dicermati dari angka partisipasi belaka. Keuntungan seringkali terkonsentrasi pada penyedia jasa event atau sponsor. Efek ekonomi yang dijanjikan kerap kali tidak merata bagi seluruh pelaku usaha.

    Ketergantungan ekonomi daerah pada event tunggal membawa risiko. Fluktuasi minat publik atau perubahan sponsor dapat membuat dampaknya sementara. Investasi infrastruktur event bisa jadi