Tag: FSRU

  • BPH Migas Genjot FSRU: Strategi Krusial Amankan Pasokan Gas Jawa Timur

    BPH Migas Genjot FSRU: Strategi Krusial Amankan Pasokan Gas Jawa Timur

    Kebutuhan gas Jawa Timur mencapai rata-rata 413,88 BBTUD, angka yang menegaskan ketergantungan wilayah ini pada pasokan energi fosil. Di tengah konsumsi tinggi tersebut, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mendorong pembangunan fasilitas Floating Storage Regasification Unit (FSRU). Usulan ini muncul sebagai respons atas peningkatan kebutuhan, sekaligus menggarisbawahi potensi kerentanan sistem pasokan eksisting.

    BPH Migas melihat FSRU sebagai solusi strategis jangka menengah dan panjang untuk memperkuat keandalan pasokan gas. Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menegaskan FSRU akan menjadi penopang pasokan berbasis LNG, terintegrasi dengan jaringan pipa Jawa Timur. Pernyataan tersebut menyiratkan bahwa infrastruktur pipa yang ada saat ini belum sepenuhnya menopang laju permintaan.

    FSRU diharapkan mampu menyediakan sumber pasokan tambahan yang fleksibel, terutama di wilayah dengan konsumsi besar. Fleksibilitas ini secara teori dapat meningkatkan keandalan penyaluran gas, mengurangi risiko gangguan pasokan seperti yang terjadi pasca planned shutdown pemasok. Namun, fleksibilitas pasokan berbasis LNG kerap datang dengan implikasi biaya yang signifikan.

    Pembangunan FSRU membutuhkan investasi besar, mulai dari pengadaan kapal hingga infrastruktur pendukung di darat. Biaya investasi ini pada gilirannya akan dibebankan kepada konsumen, baik sektor industri maupun rumah tangga, melalui harga gas. Peningkatan harga gas berpotensi menggerus daya saing industri lokal yang bergantung pada energi ini.

    Strategi Jangka Panjang yang Teruji?

    Dorongan pembangunan F