JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatatkan kinerja positif pada semester pertama 2026 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp30,4 triliun, meningkat 24,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan laba ditopang oleh ekspansi kredit yang jauh melampaui rata-rata industri perbankan nasional.
Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis Kamis, total penyaluran kredit Bank Mandiri mencapai Rp1.592 triliun hingga Juni 2026 atau tumbuh 19,9 persen secara tahunan.
Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit industri perbankan nasional yang tercatat sebesar 12,67 persen, berdasarkan data Bank Indonesia.
Baca Juga: Nanik S. Deyang buka suara soal perawatan intensif sebelum mundur
Dana Pihak Ketiga Tumbuh Dua Digit
Selain mencatat pertumbuhan kredit yang kuat, Bank Mandiri juga membukukan peningkatan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 17,1 persen secara tahunan menjadi Rp1.710 triliun hingga akhir Juni 2026.
Kinerja penghimpunan dana tersebut juga melampaui pertumbuhan simpanan industri perbankan yang tercatat sekitar 10,2 persen pada periode yang sama.
Perseroan menyebut peningkatan DPK didorong oleh naiknya volume transaksi nasabah serta semakin kuatnya aktivitas di dalam ekosistem layanan perbankan Bank Mandiri.
Baca Juga: Pejabat Gayo Lues mundur usai unggahan anak soal BBM jadi sorotan
Kualitas Aset Tetap Terjaga
Di tengah ekspansi bisnis yang agresif, Bank Mandiri tetap mampu menjaga kualitas asetnya. Hingga Juni 2026, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) tercatat sebesar 0,98 persen, menunjukkan kualitas portofolio pembiayaan yang tetap sehat.
Sementara itu, cost of credit membaik menjadi 0,52 persen, mencerminkan penurunan beban pencadangan atas potensi risiko kredit.
Kinerja tersebut menunjukkan Bank Mandiri mampu memperluas penyaluran kredit tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko.
Baca Juga: Potret siswa SD Grobogan di tengah bangunan sekolah rusak ramai diperbincangkan
Lampaui Pertumbuhan Industri
Pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana yang melampaui rata-rata industri memperlihatkan kuatnya posisi Bank Mandiri di tengah persaingan sektor perbankan nasional. ***
Artikel Selanjutnya
Bakom RI resmikan Asosiasi KDKMP dan Radio Merah Putih
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Editor: Donald Kurniawan Silalahi
Sumber: jakartaglobe.id
Tags
Rekomendasi
Terkini
Laba Bersih Bank Mandiri Naik 24,4 Persen pada Semester I 2026, Kredit Tumbuh Hampir 20 Persen
Laba Bank Mandiri Melonjak 24 Persen pada Semester Pertama Berkat Pertumbuhan Pinjaman yang Kuat
Danantara Akuisisi Empat Manajer Investasi BUMN, Aset Kelolaan Gabungan Tembus Rp170 Triliun
Dukung pembangunan nasional bersama Danantara, BRI bukukan kontribusi pajak terbesar di industri keuangan Indonesia
BRI sukses tekan Cost of Fund dan perkuat Profitabilitas di bawah supervisi Danantara, penguatan dana murah berbuah manis
Tunjukkan kontribusi solid untuk ekonomi Indonesia, BRI setorkan Dividen terbesar kepada negara
Google diperintahkan untuk membayar hampir USD 1,5 miliar kepada PriceRunner dalam putusan antimonopoli Swedia
Dedikasi Eka, Mantri Perempuan BRI menjaga akses keuangan di wilayah kepulauan Sulteng, menerjang ombak dari pulau ke pulau
Dipercaya 23,3 juta Pengusaha Ultra Mikro: Rahasia tata kelola PNM dari hulu ke hilir
BRI Peduli beri program pemberdayaan bagi puluhan Purna PMI di Cirebon, tingkatkan ketahanan ekonomi
Presiden Prabowo optimis Swasembada Pangan dan Energi bisa dicapai
Wah keren! Suga BTS dikabarkan investasi di perusahaan antariksa SpaceX milik Elon Musk sebelum 2022
Harga emas jatuh! Termurah sejak November 2025: Inilah lima alasan mengapa logam kuning ini kehilangan kilaunya
Grab dan Gojek memangkas komisi ojek online menjadi 8 persen menyusul tekanan dari Prabowo
Prabowo sebut pemerintah telah menutup 240 BUMN, ratusan lainnya akan menyusul
Ini alasan DPR RI setujui 17600 unit motor listrik BGN dihibahkan ke guru honorer
MSCI mempertahankan Indonesia sebagai pasar berkembang, berikan peringatan tentang transparansi pasar
Indonesia mengubah aturan impor untuk mengurangi keterlambatan kargo dan meningkatkan kepatuhan
Indonesia targetkan swasembada bawang putih untuk mengurangi ketergantungan pada impor dari China
BI memperkirakan harga rupiah akan menguat seiring Devisa Hasil Ekspor dan Danantara pada tahun 2027
Peningkatan laba bersih pada semester pertama 2026 juga mencerminkan kemampuan perseroan menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis, efisiensi operasional, dan kualitas aset, meski industri perbankan masih menghadapi tantangan akibat dinamika ekonomi global dan persaingan yang semakin ketat.
JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatatkan kinerja positif pada semester pertama 2026 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp30,4 triliun, meningkat 24,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan laba ditopang oleh ekspansi kredit yang jauh melampaui rata-rata industri perbankan nasional.
Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis Kamis, total penyaluran kredit Bank Mandiri mencapai Rp1.592 triliun hingga Juni 2026 atau tumbuh 19,9 persen secara tahunan.
Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit industri perbankan nasional yang tercatat sebesar 12,67 persen, berdasarkan data Bank Indonesia.
Dana Pihak Ketiga Tumbuh Dua Digit
Selain mencatat pertumbuhan kredit yang kuat, Bank Mandiri juga membukukan peningkatan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 17,1 persen secara tahunan menjadi Rp1.710 triliun hingga akhir Juni 2026.
Kinerja penghimpunan dana tersebut juga melampaui pertumbuhan simpanan industri perbankan yang tercatat sekitar 10,2 persen pada periode yang sama.
Perseroan menyebut peningkatan DPK didorong oleh naiknya volume transaksi nasabah serta semakin kuatnya aktivitas di dalam ekosistem layanan perbankan Bank Mandiri.
Kualitas Aset Tetap Terjaga
Di tengah ekspansi bisnis yang agresif, Bank Mandiri tetap mampu menjaga kualitas asetnya. Hingga Juni 2026, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) tercatat sebesar 0,98 persen, menunjukkan kualitas portofolio pembiayaan yang tetap sehat.
Sementara itu, cost of credit membaik menjadi 0,52 persen, mencerminkan penurunan beban pencadangan atas potensi risiko kredit.
Kinerja tersebut menunjukkan Bank Mandiri mampu memperluas penyaluran kredit tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko.
Lampaui Pertumbuhan Industri
Pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana yang melampaui rata-rata industri memperlihatkan kuatnya posisi Bank Mandiri di tengah persaingan sektor perbankan nasional.
Peningkatan laba bersih pada semester pertama 2026 juga mencerminkan kemampuan perseroan menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis, efisiensi operasional, dan kualitas aset, meski industri perbankan masih menghadapi tantangan akibat dinamika ekonomi global dan persaingan yang semakin ketat.
Artikel Selanjutnya
Bakom RI resmikan Asosiasi KDKMP dan Radio Merah Putih
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Editor: Donald Kurniawan Silalahi
Sumber: jakartaglobe.id


Artikel Terkait
Bakom RI resmikan Asosiasi KDKMP dan Radio Merah Putih
Hotman Paris tinggalkan tim hukum Febrie Adriansyah karena alasan kesehatan
Potret siswa SD Grobogan di tengah bangunan sekolah rusak ramai diperbincangkan
Pejabat Gayo Lues mundur usai unggahan anak soal BBM jadi sorotan
Nanik S. Deyang buka suara soal perawatan intensif sebelum mundur