Category: Semarang

  • PLN Siaga Penuh Hadapi Cuaca Ekstrem: 1.700 Personil Dikerahkan, Apa Saja Kesiapan dan Imbauan Pentingnya?

    PLN Siaga Penuh Hadapi Cuaca Ekstrem: 1.700 Personil Dikerahkan, Apa Saja Kesiapan dan Imbauan Pentingnya?

    BMKG kembali memicu peringatan cuaca ekstrem di Jawa Tengah dan DIY. PLN merespons dengan imbauan dan kesiapsiagaan personel. Ini siklus tahunan yang familiar, bukan kejutan baru.

    Lebih dari 1.700 personel operasional PLN disiagakan 24 jam. Angka ini terdengar besar, namun cakupan geografisnya luas. Respons cepat di seluruh titik rawan menjadi tantangan riil.

    Potensi pohon tumbang mengenai jaringan listrik disebutkan sebagai risiko utama. Hal ini mengindikasikan kerentanan infrastruktur PLN. Upaya mitigasi jangka panjang belum menonjol.

    Risiko genangan air di area instalasi pelanggan juga jadi perhatian. Desain jaringan dan tata kota perlu dipertimbangkan ulang. Bahaya korsleting dan sengatan listrik meningkat drastis.

    PLN membagikan tiga tips keselamatan kelistrikan untuk masyarakat. Ini secara implisit membebankan tanggung jawab keamanan pada konsumen. Tidak semua konsumen memiliki pemahaman atau kemampuan serupa.

    Mematikan MCB atau mencabut elektronik adalah tindakan reaktif individu. Ini tidak mengatasi akar masalah infrastruktur yang rentan. Keselamatan bergantung pada kesadaran personal.

    PLN mengimbau laporan via aplikasi PLN Mobile atau Contact Center 123. Efektivitasnya bergantung pada akses digital dan sinyal. Daerah terpencil mungkin kesulitan melaporkan gangguan.

    Gangguan kelistrikan berulang berdampak pada aktivitas ekonomi lokal. Bisnis kecil dan rumah tangga menanggung kerugian tidak langsung. Produktivitas wilayah terganggu secara sistematis.

    Kesiapsiagaan atau Reaksi?

    PLN menekankan **kesiapsiagaan** dalam menghadapi cuaca ekstrem. Namun, pola respons seringkali terkesan reaktif setelah kejadian. Peningkatan kapasitas jaringan justru lebih krusial sebagai pencegahan.

    Jika cuaca ekstrem adalah keniscayaan, investasi pada infrastruktur tahan cuaca menjadi prioritas. Biaya perbaikan pasca-bencana bisa lebih besar daripada pencegahan. Ini implikasi kebijakan jangka panjang.

    Siklus peringatan BMKG dan respons PLN adalah narasi berulang setiap tahun. Ini menunjukkan masalah fundamental belum terselesaikan secara struktural. Masyarakat hanya diminta beradaptasi dengan kondisi yang ada.

    Kondisi ini akan terus berlanjut tanpa perubahan strategis signifikan pada infrastruktur. Konsumen tetap menjadi pihak yang paling terdampak langsung. Inisiatif pencegahan menyeluruh masih dinanti.

  • Jawa Tengah: KEK dan Industri, Lokomotif Baru Penggerak Ekonomi Daerah?

    Jawa Tengah: KEK dan Industri, Lokomotif Baru Penggerak Ekonomi Daerah?

    KEK/KI Jawa Tengah: Angka dan Realitas

    Data BPS Jawa Tengah menunjukkan KEK dan KI berkontribusi 1,87% terhadap PDRB daerah 2025. Angka ini bagian dari total pertumbuhan ekonomi provinsi sebesar 5,37%. Kontribusi tersebut, meski diklaim “lumayan besar”, hanya porsi kecil dari dinamika ekonomi keseluruhan.

    Secara rinci, KEK menyumbang 0,98% PDRB, KI 0,89%. Ini menunjukkan porsi langsung KEK/KI terhadap PDRB agregat. Ketergantungan pertumbuhan pada sektor ini memerlukan kajian mendalam.

    Kontribusi KEK/KI terhadap industri pengolahan lebih signifikan, mencapai 3,70% dari sektor tersebut. Industri pengolahan sendiri 33,38% dari PDRB Jawa Tengah. Namun, ini bukan kontribusi langsung terhadap total PDR

  • Korpri Jateng Berbagi Kasih: Donasi Vital Tiba untuk Korban Bencana Alam

    Korpri Jateng Berbagi Kasih: Donasi Vital Tiba untuk Korban Bencana Alam

    H2: Dana Bencana dan Bayang-bayang Akuntabilitas

    Paguyuban Kristiani (Bakkris) menyerahkan donasi Rp100 juta kepada Sekda Jateng. Dana ini untuk korban bencana di luar provinsi. Korpri Jateng mengklaim menyalurkan total Rp275 juta ke berbagai lokasi.

    Dana Bakkris bersumber dari “persembahan dan solidaritas ASN Pemprov Jateng”. Frasa ini menimbulkan pertanyaan tentang sifat sukarela sumbangan ASN. Potensi tekanan tidak langsung terhadap ASN muncul.

    Penggalangan dana melibatkan ASN bisa terhindar dari pengawasan ketat dana publik. Risiko transparansi pengelolaan dana menjadi perhatian. Akuntabilitas publik atas dana ASN perlu ditegakkan.

    Korpri, organisasi profesi ASN, mengambil peran penyalur bantuan bencana. Fungsi ini menciptakan tumpang tindih tugas dengan lembaga resmi. Mandat utama Korpri

  • Perkuat Kesadaran Sejarah Masyarakat, Pemkot Semarang Beri Penghargaan Kepada KH Sholeh Darat

    Perkuat Kesadaran Sejarah Masyarakat, Pemkot Semarang Beri Penghargaan Kepada KH Sholeh Darat

    Semarang, UP Radio – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang menggelar seremoni pemberian penghargaan kepada K.H. Sholeh Darat sebagai Tokoh Moderasi pada Kamis (12/2). Kegiatan ini menjadi rangkaian proses pengusulan K.H. Sholeh Darat sebagai pahlawan nasional, serta bentuk penghormatan atas kontribusi dan warisan intelektual beliau bagi bangsa Indonesia.

    Dalam seremoni tersebut, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyerahkan Surat Keputusan perubahan nama Jalan Kyai Saleh menjadi Jalan K.H Sholeh Darat. Pemberian penghargaan ini menjadi simbol apresiasi terhadap jejak sejarah dan keteladanan beliau sebagai ulama sekaligus guru dari tokoh-tokoh besar yang memiliki peranan penting dalam perkembangan keilmuan islam di Nusantara.

    “Jalan bukan sekadar ruang lalu lintas, tetapi ruang ingatan. Setiap orang yang melintas di jalan tersebut diingatkan bahwa kota ini pernah melahirkan ulama besar yang mengajarkan ilmu dengan kelembutan, dakwah dengan kebijaksanaan, dan Islam dengan semangat moderasi,†ujar Agustina.

    Advertisement

    Selain perubahan nama jalan, Pemerintah Kota Semarang juga menyerahkan piagam penghargaan kepada K.H. Sholeh Darat sebagai tokoh moderasi yang diterima langsung oleh Dzurriyah sebagai ahli waris. Pada kesempatan tersebut turut dilakukan penandatanganan pernyataan ahli waris dan pengesahan foto K.H Sholeh Darat sebagai bentuk validitas dokumen serta memastikan kesesuaian data historis yang diajukan.

    Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga dan menghidupkan kembali warisan intelektual beliau, Tafsir Faidhurrahman turut diserahkan kepada Wali Kota Semarang untuk diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap karya monumental K.H. Sholeh Darat yang menjembatani pemahaman teks keagamaan dengan konteks sosial pada masanya.

    Menurut Agustina, pemberian penghargaan ini juga menjadi bagian dari upaya
    Pemerintah Kota Semarang untuk mengangkat kembali tokoh-tokoh lokal yang berjasa besar namun belum banyak dikenal generasi muda. Dirinya menegaskan bahwa pembangunan kota tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga pada pelestarian nilai sejarah, budaya, dan keteladanan tokoh bangsa.

    “Semarang memiliki banyak figur inspiratif yang kontribusinya melampaui zamannya. Mengangkat kembali sosok seperti KH Sholeh Darat berarti kita sedang menanamkan identitas dan kebanggaan sejarah kepada masyarakat,†tambahnya.

    Pemkot Semarang berharap penghargaan ini dapat menjadi momentum penguatan kesadaran sejarah sekaligus mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk meneladani semangat keilmuan, kerendahan hati, serta komitmen kebangsaan yang diwariskan KH Sholeh Darat.

    Dengan penghargaan tersebut, Pemerintah Kota Semarang menegaskan komitmennya untuk terus merawat memori kolektif tentang tokoh-tokoh besar daerah sebagai bagian dari fondasi moral dan budaya dalam membangun kota yang berkarakter, religius, dan berkemajuan. (shs)

  • Lepas Empat Mahasiswi ke India, Rektor UPGRIS: "Manfaatkan Kesempatan Internasional Seluas-luasnya"

    Lepas Empat Mahasiswi ke India, Rektor UPGRIS: "Manfaatkan Kesempatan Internasional Seluas-luasnya"

    Semarang, UP Radio – Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong mahasiswa berkiprah di kancah global.

    Rektor UPGRIS, Dr. Sri Suciati, M.Hum., secara resmi melepas empat mahasiswi yang akan mengikuti festival budaya dan olahraga internasional “Vibrance 2026†di Vellore Institute of Technology (VIT), Chennai, India, Kamis (12/2/2026).

    Empat mahasiswi tersebut yakni Primadona Sekar Langit, Siti Qomariyah, dan Ririn Sandita dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), serta Nafisa Arum Pramesti dari Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah.

    Advertisement

    Selama mengikuti kegiatan, mereka akan didampingi oleh dosen Mega Novita, Ph.D.

    Dalam sambutannya di Ruang Rektor Gedung Pusat lantai 2, Dr. Sri Suciati berpesan agar para mahasiswa memanfaatkan momentum tersebut sebagai pintu menuju peluang yang lebih luas.

    “Ambil kesempatan selama kuliah, jangan sia-siakan. International Culture Festival ini menjadi pagelaran budaya dunia. Ini peluang besar untuk membuka jalan karier dan pengalaman internasional kalian,†katanya.

    Rektor menegaskan, UPGRIS senantiasa memberikan dukungan penuh terhadap mahasiswa yang berpartisipasi dalam kegiatan internasional, baik sebagai ajang promosi kampus maupun sebagai sarana pengembangan diri.

    “UPGRIS memberi kesempatan sebesar-besarnya bagi mahasiswa untuk mengikuti program internasional. Tidak hanya menjadi duta kampus, tetapi juga memperkaya pengalaman akademik dan budaya,†tambahnya.

    Sementara itu, Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) UPGRIS, Dr. Nur Hidayat, M.Hum., menjelaskan bahwa festival “Vibrance 2026†akan diikuti lebih dari 50 negara. Menurutnya, ajang tersebut bukan sekadar pertunjukan budaya, tetapi juga membuka peluang kolaborasi akademik.

    “Lebih dari 50 negara akan hadir. Ini membuka pintu kesempatan baru, termasuk peluang riset bersama mahasiswa di sana. Bahkan memungkinkan proyek skripsi dilakukan di India,†jelasnya.

    Selama empat hari di India, para mahasiswi akan mengikuti rangkaian festival budaya dan olahraga yang menjadi salah satu agenda mahasiswa terbesar di kawasan tersebut.
    Mereka akan menampilkan tari kreasi berjudul “Harmoni Warakâ€.

    Dosen Pendidikan Seni PGSD sekaligus pelatih tim, Prasena Arisyanto, M.Pd., menjelaskan bahwa tarian tersebut mengangkat kekayaan budaya Kota Semarang.

    “Tarian Harmoni Warak merupakan simbol harmonisasi tradisi Dugderan dan ikon budaya Warak Ngendog yang merepresentasikan identitas budaya Semarang. Para penari akan menggunakan topeng Warak yang akan dipresentasikan di India,†terangnya.

    Pelepasan mahasiswi ini turut dihadiri Wakil Rektor I Dr. Muniroh Munawar, S.Pi., M.Pd., Dekan FIP Dr. Arri Handayani, S.Psi., M.Si., Dekan FPBS Siti Musarokah, S.Pd., M.Pd., serta Kaprodi PBSD Yuli Kurniati Werdiningsih, S.S., M.Hum.

    Keikutsertaan mahasiswa UPGRIS dalam “Vibrance 2026†menjadi bukti nyata komitmen kampus dalam memperluas jejaring internasional sekaligus mempromosikan budaya lokal Semarang di panggung dunia. (pai)

  • Sinergi BI dan Pemprov Jateng Percepat Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan

    Sinergi BI dan Pemprov Jateng Percepat Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan

    Semarang, UP Radio – Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar High Level Meeting (HLM), Rabu (11/2/2026), sebagai langkah strategis memperkuat sinergi menjaga stabilitas harga, mendorong investasi, dan mempercepat digitalisasi ekonomi daerah.

    Pertemuan yang dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, seluruh kepala daerah se-Jateng, TPID, TP2DD, Tim KERIS Jateng, serta Kepala Perwakilan BI se-Jawa Tengah ini mengusung tema “Sinergi Stabilisasi Harga, Akselerasi Investasi, dan Digitalisasi Ekonomi untuk Mendukung Jawa Tengah sebagai Provinsi Maju yang Berkelanjutan.â€

    Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, menegaskan pentingnya penguatan koordinasi daerah dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang telah berada di atas 5 persen.

    Advertisement

    “Ekonomi Jawa Tengah sudah mampu tumbuh di atas 5 persen dan perlu terus kita dorong agar dapat mencapai target 8 persen pada 2029. Sinergi menjadi kunci untuk memperkuat daya tahan terhadap risiko global sekaligus mendorong sumber pertumbuhan baru,†ujar Nugroho.

    Menurutnya, strategi penguatan investasi diarahkan pada sektor prioritas seperti pertanian dan industri pengolahan. Namun, Jawa Tengah masih menghadapi tantangan struktural, terutama dalam stabilisasi harga dan ketahanan pangan, seperti panjangnya rantai distribusi, penurunan luas baku sawah, cuaca ekstrem, regenerasi petani, serta rendahnya adopsi teknologi.

    Untuk itu, berbagai program dilakukan secara end to end, mulai dari penguatan regulasi perlindungan lahan, pemulihan lahan melalui teknologi Biosaline, Bacillus SP., dan Biochar, hingga penguatan sistem distribusi, integrasi data, hilirisasi produk pangan strategis, serta kerja sama antar daerah.

    Di sisi investasi, BI melalui Tim KERIS Jateng mendorong optimalisasi promosi, perluasan basis investor domestik dan global, serta peningkatan kualitas proyek melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi dan sektor swasta.

    Kebijakan makroprudensial BI juga diarahkan untuk mendukung likuiditas dan pembiayaan sektor-sektor padat karya.

    Sementara itu, dalam pilar perdagangan, penguatan daya saing UMKM dilakukan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir, termasuk akses pasar dan pembiayaan. Untuk sektor pariwisata, sinergi difokuskan pada pengembangan ekosistem pariwisata, termasuk pariwisata ramah muslim beserta UMKM pendukungnya.

    Dalam aspek digitalisasi, Nugroho menekankan pentingnya perluasan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah melalui QRIS, e-commerce, internet/mobile banking, serta optimalisasi penggunaan Kartu Kredit Indonesia (KKI).

    Ia juga mengapresiasi TP2DD Provinsi Jawa Tengah yang meraih penghargaan Program Unggulan Terbaik II Tingkat Provinsi Tahun 2025.

    Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan komitmen Pemprov dalam memperkuat pengendalian inflasi dan ketahanan pangan melalui percepatan penetapan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B), pemuliaan lahan kurang produktif, serta penguatan pembiayaan dan sarana prasarana pertanian.

    “Investasi harus menjadi tools pembangunan ekonomi, pengentasan kemiskinan, sekaligus menjaga stabilitas harga. Karena itu, kemudahan berusaha, pemberian insentif, dan iklim investasi yang kondusif harus terus kita perkuat,†tegas Ahmad Luthfi.

    HLM ini juga dirangkaikan dengan peluncuran Investment Challenge, kompetisi penyusunan profil dan proyek investasi unggulan kabupaten/kota di Jawa Tengah. Program ini bertujuan memetakan potensi investasi daerah, memberikan pendampingan, serta menyelaraskan proyek unggulan dengan Asta Cita dan minat investor, yang selanjutnya akan dipromosikan dalam Central Java Investment Business Forum.

    Selain itu, Gubernur mengarahkan seluruh kabupaten/kota untuk memperkuat komitmen Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) melalui penyelenggaraan HLM TP2DD dan pembaruan peta jalan digitalisasi yang lebih terintegrasi dan terukur.

    HLM Jawa Tengah menjadi langkah konkret memperkuat fondasi ekonomi daerah melalui stabilitas harga, investasi yang inklusif, dan digitalisasi yang terakselerasi demi terwujudnya Jawa Tengah yang maju dan berkelanjutan. (shs)

  • PGN Care dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Digelar di Desa Bandungrejo Bojonegoro

    PGN Care dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Digelar di Desa Bandungrejo Bojonegoro

    Bojonegoro, UP Radio — Subholding Gas Pertamina, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (“PGNâ€) Area Bojonegoro, menggelar kegiatan penyuluhan yang dipusatkan di Balai Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur (11/2/2026).

    Kegiatan bertajuk “PGN Care†tersebut diisi dengan sejumlah agenda, antara lain sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (“K3â€) jaringan gas (“Jargasâ€) rumah tangga, sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immunodeficiency Syndrome (“P2HIV/AIDSâ€), serta pemeriksaan kesehatan gratis. Selain itu, PGN juga memberikan bantuan paket sembilan bahan pokok (“sembakoâ€) kepada pelanggan yang diundang.

    Hadir dalam kegiatan tersebut dokter perusahaan, dr. M. Yusuf Amran; perwakilan Sales Operation Region (“SORâ€) III dari Department Head Regional HSSE and Risk Management (“RHRMâ€), Eka Subandriani; Area Head PGN Bojonegoro, Faishal Arief; serta Penjabat (“Pjâ€) Kepala Desa Bandungrejo, Budi Utomo. Kegiatan diikuti sekira 75 pelanggan terundang.

    Advertisement

    Area Head PGN Bojonegoro, Faishal Arief, menyampaikan terima kasih atas kehadiran para pelanggan dalam kegiatan PGN Care. Ia menegaskan, pihaknya memiliki kewajiban untuk menyampaikan informasi terkait produk PGN, termasuk aspek keamanan dan keselamatan penggunaan gas bumi.

    “Mudah-mudahan kegiatan ini bermanfaat bagi Bapak dan Ibu sekalian,†ujarnya.

    Penjabat Kepala Desa Bandungrejo, Budi Utomo, menilai kegiatan yang digelar PGN tersebut sangat bermanfaat bagi warga. Baik dari sisi peningkatan pengetahuan mengenai keamanan penggunaan produk PGN maupun layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang diberikan kepada pelanggan di Desa Bandungrejo.

    “Dengan cara penggunaan gas bumi yang tepat, tentu membuat para pelanggan merasa aman dalam memanfaatkan energi bersih ini,†katanya.

    Dalam kegiatan tersebut, pelanggan juga mendapatkan penjelasan mengenai tagihan, metode pembayaran, cara pencatatan meter mandiri, pengenalan sifat gas bumi, cara mendeteksi kebocoran, serta mengikuti kuis interaktif. Kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan tentang P2HIV/AIDS dan diakhiri dengan pemeriksaan kesehatan gratis.

    Sementara itu, dr. M. Yusuf Amran menyampaikan terdapat dua penyakit menular yang masih menjadi perhatian di Indonesia, yakni tuberkulosis dan HIV/AIDS. Meski sama-sama menular, keduanya memiliki perbedaan karakteristik, dan tuberkulosis dinilai lebih mudah menular dibandingkan HIV/AIDS.

    “Namun jangan takut, karena kedua penyakit ini dapat dicegah. Biaya pengobatannya juga ditanggung pemerintah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (“BPJSâ€) Kesehatan,†tegas dr. M. Yusuf Amran, seraya memaparkan secara rinci mengenai gejala hingga tata cara pengobatan kedua penyakit tersebut.

    Salah satu peserta, Binasri, warga Rukun Tetangga (“RTâ€) 24 Rukun Warga (“RWâ€) 4 Desa Bandungrejo, mengaku puas dengan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan tersebut. Salah satunya mengenai deteksi kebocoran gas yang dinilai dapat mencegah pembengkakan tagihan akibat kebocoran.

    “Selain itu, sekarang saya tidak lagi mengangkat tabung gas. Gas bumi tersedia 24 jam dan dari segi biaya juga lebih murah,†ungkapnya. (pun)

  • Antusiasme Tinggi, Direktur Chitose Semarang Paparkan Strategi dan Inovasi Produk untuk Perluas Pasar di Jateng

    Antusiasme Tinggi, Direktur Chitose Semarang Paparkan Strategi dan Inovasi Produk untuk Perluas Pasar di Jateng

    Semarang, UP Radio – Antusiasme pendengar mewarnai talk show UP Radio yang menghadirkan Direktur Chitose Semarang, Samuel Hardiman, SE. Dalam dialog interaktif yang dipandu Santi Rosalia, berbagai pertanyaan mengalir seputar kualitas produk, daya saing, hingga strategi ekspansi Chitose di pasar Indonesia.

    Samuel Hardiman menjelaskan bahwa Chitose sebagai produsen furnitur ternama terus berkomitmen menghadirkan produk berkualitas dengan standar material yang kuat, desain ergonomis, serta ketahanan jangka panjang. Produk-produk Chitose telah digunakan secara luas di berbagai sektor, mulai dari perkantoran, pendidikan, perhotelan, fasilitas kesehatan, hingga kebutuhan rumah tangga.

    Secara spesifik, Chitose dikenal dengan lini kursi lipat berbahan rangka baja berkekuatan tinggi yang dilapisi finishing antikarat serta dudukan yang dirancang nyaman dan tahan lama.

    Advertisement

    Produk ini menjadi salah satu andalan karena fleksibel digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti ruang pertemuan, aula, hingga acara berskala besar. Selain itu, Chitose juga menghadirkan meja lipat, kursi sekolah, kursi kantor ergonomis, serta furnitur custom yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan instansi maupun korporasi.

    Tak hanya mengedepankan kekuatan struktur, Chitose juga memperhatikan aspek desain dan keamanan. Beberapa produk telah melalui proses quality control ketat serta dirancang untuk mendukung postur tubuh yang baik, terutama pada kursi perkantoran dan pendidikan.

    Dengan kombinasi kualitas material, presisi produksi, dan inovasi desain, Chitose menempatkan diri sebagai solusi furnitur jangka panjang yang efisien dan bernilai investasi.

    “Chitose selalu mengedepankan kualitas dan inovasi. Kami memahami kebutuhan pasar yang terus berkembang, sehingga pembaruan desain dan peningkatan mutu menjadi fokus utama kami,†ujar Samuel.

    Ia menambahkan, kehadiran Chitose di Semarang menjadi bagian dari strategi memperkuat jaringan distribusi di Jawa Tengah dan sekitarnya. Selain memperluas jangkauan pasar, perusahaan juga aktif membangun komunikasi dengan konsumen melalui berbagai kegiatan promosi dan edukasi, termasuk talk show di media seperti UP Radio.

    Menurutnya, edukasi kepada masyarakat penting agar konsumen memahami keunggulan produk, mulai dari spesifikasi material, daya tahan, hingga nilai investasi jangka panjang yang ditawarkan. Respons positif dari pendengar menjadi bukti bahwa kebutuhan informasi tersebut cukup tinggi.

    “Antusiasme yang kami rasakan hari ini luar biasa. Banyak pertanyaan masuk terkait produk dan layanan kami. Ini menjadi motivasi untuk terus hadir lebih dekat dengan masyarakat,†tambahnya.

    Melihat tingginya minat tersebut, UP Radio berencana kembali menghadirkan sesi lanjutan bersama Chitose guna membahas lebih detail lini produk unggulan serta program-program terbaru perusahaan.

    Menutup acara, Santi Rosalia menyampaikan apresiasi atas kehadiran Direktur Chitose Semarang. “Terima kasih Bapak Samuel Hardiman atas waktunya dan informasi yang sangat bermanfaat. Sukses selalu untuk Chitose,†ujarnya.

    Talk show ditutup dengan penayangan video profil perusahaan yang menampilkan proses produksi, ragam produk unggulan, serta kiprah Chitose dalam mendukung berbagai sektor di Indonesia.

    UP Radio berkomitmen terus menghadirkan program dialog inspiratif bersama pelaku usaha dan tokoh profesional guna memberikan wawasan serta informasi aktual bagi masyarakat Jawa Tengah dan sekitarnya. (shs)

  • Ancaman Cuaca Ekstrem: PLN Yogyakarta Siapkan Strategi Amankan Pasokan Listrik

    Ancaman Cuaca Ekstrem: PLN Yogyakarta Siapkan Strategi Amankan Pasokan Listrik

    Aksi “Rabas-rabas” dan Realitas Keandalan Listrik

    PLN mengklaim proaktif menghadapi cuaca ekstrem di DIY dengan “rabas-rabas” jaringan. Pembersihan vegetasi di Gunungkidul ini disinergikan dengan berbagai pihak. Namun, tindakan tersebut seharusnya bagian dari pemeliharaan preventif rutin, bukan respons khusus.

    Sinergi dengan BPBD dan warga memang terlihat kolaboratif. Keterlibatan masyarakat dapat mengurangi beban operasional PLN. Ini menimbulkan pertanyaan tentang kapasitas internal PLN untuk pemeliharaan dasar.

    BMKG memprediksi DIY masih di puncak musim hujan. Risiko cuaca ekstrem sudah teridentifikasi jelas. Implikasinya, gangguan listrik adalah keniscayaan, bukan kejadian tak terduga.

    Tujuan utama kegiatan adalah meningkatkan keandalan pasokan. Keandalan sering hanya diukur dari durasi padam, bukan frekuensi gangguan. Masyarakat membutuhkan listrik stabil, bukan jan

  • DJP Bongkar Dugaan Pelanggaran Pajak Tiga Perusahaan Baja Tangerang, Negara Terancam Rugi Rp583 Miliar

    DJP Bongkar Dugaan Pelanggaran Pajak Tiga Perusahaan Baja Tangerang, Negara Terancam Rugi Rp583 Miliar

    H2: Skandal Pajak Baja dan Ancaman Defisit Negara

    Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengklaim membongkar dugaan tindak pidana perpajakan hampir Rp600 miliar. Tiga perusahaan baja Banten, PT PSI, PT PSM, dan PT VPM, terlibat. Angka ini, meski sementara, sangat signifikan.

    Modus ditemukan klasik: menyembunyikan omzet via rekening pribadi karyawan. Praktik ini menunjukkan kelemahan fatal pengawasan internal. Penelusuran data transaksi kini fokus utama.

    Identitas pemasok tidak dilaporkan, menciptakan rantai pasok abu-abu. Manipulasi dokumen penawaran juga digunakan menghindari PPN. Ini memperumit audit dan penagihan.

    Pelanggaran PPN 2016-2019 mengindikasikan praktik sistematis bertahun-tahun. Ini mempertanyakan *ef