Target Pertumbuhan 8 Persen: Antara Ambisi dan Realitas
Target pertumbuhan ekonomi 8 persen bagi Indonesia muncul sebagai lompatan signifikan dari rata-rata 5 persen selama satu dekade. Pernyataan ini kontras dengan struktur ekonomi yang masih didominasi komoditas mentah. Realisasi angka tersebut menuntut perubahan fundamental dalam strategi pembangunan.
Ketergantungan pada ekspor bahan mentah telah membatasi nilai tambah domestik. Kondisi ini membuat ekonomi nasional rentan terhadap fluktuasi harga komoditas global. Pendapatan negara dari sektor ini belum tergambar optimal.
Kontribusi penerimaan pajak dan royalti dari sektor tambang hanya sekitar 9-10 persen terhadap PDB. Angka ini jauh di bawah praktik negara maju yang mencapai 30-40 persen. Kesenjangan tersebut menunjukkan nilai ekonomi terbesar dinikmati pihak luar negeri.
Leave a Reply